Tanya Jawab Bincang Santai bersama Habib Umar bin Abdurrahman Assegaf Bahlega

 *KEIKHLASAN DAN PENGORBANAN SEBAGAI TANDA CINTA*


📑 Pertanyaan: 

Siapakah sebenarnya yang mau disembelih oleh Nabi Ibrahim, Nabi Ismail as atau Nabi Ishak as? 


📑 Jawaban: 

kalau hal tersebut ada dua riwayat, ada yang mengatakan Nabi Ishaq as ada yang mengatakan Nabi Ismail as. Semua ada dalilnya, yang mengatakan nabi Ishaq as ada dalilnya dan nabi Ismail as juga ada dalilnya. yang jelas yang disembelih itu adalah putranya Nabi Ibrahim as. Namun dari para ulama kita lebih ke Nabi Ismail Alaihissalam. Wallahua'lam bishowab. 


📑 Pertanyaan: 

Bagaimana cara mengetahui bahwa cinta kita itu sudah termasuk tulus dan ikhlas?


📑 Jawaban: 

Disebutkan dalam sebuah kalam "sekiranya aku tau daripada tasbihku atau dzikirku diterima oleh Allah, maka aku akan menjamu semua penduduk Tarim selama seminggu dengan gandum dan daging (tasyakuran)" 


Tidak ada yang tau perihal ikhlas ini. tidak bisa diprediksi dan tidak bisa dipastikan. Beramallah dan jangan diingat. Ada beberapa hal yang harus kita ingat, dan ada beberapa hal yang harus tidak kita ingat. diantaranya, amal baik yang kita lakukan itu lupakan, dan amal keburukan kita harus selalu diingat. karena tidak ada yang menjamin dan memastikan jika dosa kita betul-betul diampuni oleh Allah SWT. 


sesuai dengan Hadis Shahih Rasulullah, 

Allah SWT memberikan segala kenikmatan kepada kita dari ujung rambut sampai ujung kuku yang ga bisa dihitungnya. Allah selalu memberi kita nikmat setiap hari meskipun kita terus bermaksiat kepada Allah. Semakin kita kenal Allah, semakin kita cinta dan ikhlas. Insya Allah. 


📑 Pertanyaan: 

Bagaimana cara kita untuk menyembelihkan sifat sombong dan angkuh dalam diri kita, selalu merasa benar, selalu merasa pandai dan Alim? 


📑 Jawaban: 

Semua perasaan ini tanpa terkecuali merupakan musibah yang menyeluruh bagaikan virus. Kalau dalam Sabda Rasulullah SAW, "cinta dunia takut mati." Tolak ukur benar, tolak ukur Alim, tolak ukur tidak sombong, dan tidak angkuh sekali lagi sesuai dengan aturan apa yang sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. jadi untuk menghilangkan hal tersebut ya "Kun Fayakun" dengan proses, step by step dan dengan belajar setiap waktu, setiap saat, dan tidak akan pernah selesai sampai ruh berpisah dengan jasad kita. 


Imam Ali Zainal Abidin yang dicaci dan difitnah, beliau berterima kasih bahkan memberi hadiah sesuai dengan apa yang difitnahkan, bahkan beliau meminta doa kepada yang mencacinya. begitu juga dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, dizalimi juga hendak dibunuh, akan tetapi lisannya selalu mengeluarkan kata-kata baik. padahal Nabi adalah manusia paling utama dan paling pertama di alam semesta, tapi beliau memanfaatkan lisannya untuk berkata yang baik. 


Bisa juga qiyamullail, ihram saat haji. Perempuan yang suka shopping saat haji meninggalkan hartanya. Maka teruslah merendah dan harus selalu menghilangkan penyakit dan itu, nggak mudah, kalau bisa luar biasa. Intinya kalau kita tau diri, kita aman, kita selamat, kita untung dunia akhirat. Tapi penyakit yang sudah ada sejak zaman Nabi sampai sekarang itu adalah penyakit orang-orang yang dekat dengan Allah, yaitu popularitas atau cinta terhadap kedudukan. 


jadi masalah hati itu sampai mati. Tidak ada yang bermanfaat kita bawa mati selain hati yang bersih daripada segala penyakit hati. 


📑 Pertanyaan: 

Bagaimana cara meningkatkan iman yang pada saat ini sedang turun-turunnya? 


📑 Jawaban: 

Iman yang selalu bertambah dan tidak ada yang membuat iman kita stabil kecuali ilmu. ilmu itu adalah perisai, amunisi. ilmu itu segala-galanya, tanpa ilmu mustahil kita bisa Istiqomah. Kemudian yang kedua, tingkatkan amal soleh, terutamanya sholat dan sholawat. Rasulullah itu kalau sumpek beliau langsung wudhu dan sholat. Yang diajak komunikasi pertama kali itu Allah. Perbanyak bersholawat dan tinggalkan maksiat. 


Jadi yang paling utama adalah ilmu. sebisa mungkin online ataupun offline, jangan pernah puas dengan ilmu. setelah di sini cari ilmunya, cari ilmu di sana. Yang penting gurunya jelas, sanadnya jelas, Istiqomah dhohir dan batin. wallahua'lam bishowab. 


📑 Pertanyaan: 

Tips dari Habib untuk membuat diri kita dhohir dan batin agar ikhlas dalam melakukan setiap ibadah baik yang terlihat ataupun tidak, dan jika kita belum ikhlas tapi berusaha untuk mengupayakan ikhlas apakah kita masih mendapatkan pahala dari ibadah tersebut? 


📑 Jawaban: 

Jangan diingat atau diungkit. Apalagi kalau urusan muamalah dan muannas yang berhubungan dengan makhluk manusia. penyakit sekarang, konten jadi uang. bisa-bisa itu membatalkan pahala dan seterusnya. yang jelas kalau dalam qasidah yang viral itu "buat rahasia yang taunya itu hanya kamu dengan Allah saja."


Yang jelas, setelah melakukan amal saleh jangan diingat dan minta kepada Allah untuk semoga diterima amalnya. Tidak ada yang bisa memastikan apakah amal kita diterima atau tidak, wallahualam. 


Kalau kita tidak ikhlas, semuanya sia-sia. yang dilihat oleh Allah itu kualitasnya bukan kuantitasnya, ada ribuan amalnya sholat dan ngajinya tapi nggak ikhlas, semua sia-sia tapi wallahualam. susah, karena itu hak mutlak Allah yang tidak bisa di atur. kita nggak tahu, mudah-mudahan dengan sedikit banyaknya amal kita, Allah Terima. Aamiin. 


📑 Pertanyaan: 

Apakah perkataan orang tua Allah ijabah walaupun perkataan yang tidak layak?


 📑 Jawaban: 

Ya, orang tua itu apa yang diucap akan dijawab oleh Allah. maka orang tua itu harus bijak. Makanya kalau kita pengen sukses dunia akhirat, berbaktilah sama orang tua, walaupun orang tua kita ga baik, bahkan kafir sekalipun, selama kita tidak diperintahkan untuk hal-hal yang membuat Allah murka. kalau kita durhaka sama orang tua, nggak akan sukses nggak akan selamat. Maka merendahlah kepada orang tua, karena orang tua ini pengorbanan dan keikhlasannya besar kepada kita. 


📑 Pertanyaan: 

Bolehkah berkurban sapi dengan teman-teman sebanyak 7 orang dengan cara menabung, dan apakah baiknya kalau mampu kambing saja tapi tidak berbagi sama teman alias sendiri? 


📑 Jawaban: 

Kalau secara fiqih itu boleh. walaupun niatnya beda-beda tpi sah-sah saja. Namun afdholnya itu lebih ke pribadi agar isa lebih banyak dari sisi segalanya, dari darahnya, bulunya, dagingnya, sehingga kuantitasnya juga lebih, karena yang dinilai oleh Allah itu semua. Jadi boleh-boleh saja, yang penting dilaksanakan di waktu mulai hari Idul Adha sampai akhir hari Tasyrik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bincang Santai dan Halal bi Halal bersama Ustadzah Nabila Ja'far Al-Haddad

Bincang Santai bersama Habib Umar bin Abdurrahman Assegaf Bahlega