Bincang Santai dan Halal bi Halal bersama Ustadzah Nabila Ja'far Al-Haddad


 πŸŽ₯ Bincang Santai dan Halal bi Halal 

πŸ“† Ahad, 14 Mei 2023 (24 Syawal 1444H)

πŸ§•πŸ» Pemateri: Ustadzah Syarifah Nabila Ja'far Al-Haddad


-----

Ramadhan berlalu, Syawal disisimu, Lantas dimanakah kini pijakanmu?


1. Bagaimana perbedaan daily activity di Ramadhan dan Syawal ala ustadzah Nabila Al-Haddad?


πŸ“‘ Ibnu Rajab berkata, 

“tanda tandanya puasa ramadhan diterima adalah dia tetap melakukan sesuatu hal yg ia lakukan selama bulan ramadhan di bulan syawal.”


Jadi untuk ana sendiri melihat bagaimana tingkatan ibadah ana selama dibulan ramadhan dengan bulan syawal saat ini. Jangan sampai ibadah kita begitu anjlok di bulan syawal karena sudah tidak berada pada bulan Ramadhan lagi, sehingga ketika kita anjlok beribadah maka itu bisa jadi salah satu amal ibadah kita dibulan ramadhan tidak diterima oleh Allah. Oleh karenanya kita perlu memperhatikan bagaimana ibadah kita di bulan Syawal ini. 


Jangan sampai anjlok banget, kalo bisa kita tetep nyempetin sholat tahajjud walaupun hanya 2 rakaat. Jangan sampai kita jadi orang sedih, ko kita nih beda ya bulan Syawal sm bulan ramadhan? Ane mengusahakan banget untuk tidak sampai anjlok, karena ketaatan pada Allah bukan hanya pada bulan Ramadhan melainkan disetiap bulan dan disetiap harinya. Semoga kita bisa semangat dan aman dalam beribadah setelah bulan ramadhan berlalu.


2. Apa sajakah target yang ustadzah ingin gapai dan istiqamah kan setelah bulan ramadhan?


πŸ“‘ Target istiqamah setelah bulan ramadhan salah satunya mengingat sabda Nabi Muhammad ο·Ί yang berbunyi:

a.“Sesungguhnya Allah meninggikan suatu kaum karena Al-Qur'an, dan merendahkan suatu kaum karena Al-Qur'an.”

b. Dikatakan kepada seorang penghafal Al-Qur'an: “Bacalah hafalan Al-Qur'an mu dihadapan Allah hingga engkau Allah naikkan derajat nya di Akhirat nanti.”

c.“Barangsiapa yang menghafal Al-Qur'an dan mengamalkan isinya, maka akan dipakaikan kepada kedua orang tuanya mahkota pada hari kiamat.”


Jadikan koreksi kira-kira sudah sampai mana hafalan kita? karena sesungguhnya para penghafal Al-Qur'an memiliki jaminan memberikan 10 syafaat bagi keluarga nya. Penghafal Al-Qur'an itu tidak hanya yg sudah memiliki hafalan 30juz, berapapun hafalan Al-Qur'an yang dimiliki maka InsyaaAllah sudah bisa disebut sebagai penghafal Al-Qur'an. Walaupun kita sudah memiliki hafalan maka jangan sampai lupa untuk memuroja'ah hafalan-hafalan yg sebelumnya. Balasan bagi orang yg menghafal Al-Qur'an akan sangat luar biasa, oleh karena itu menjaga nya pun tak semudah yang dibayangkan.


3. Bagaimana cara mendidik hawa nafsu menjadi nafsu yang Muthmainnah sedangkan kini syaitan telah lepas dari belenggu?


πŸ“‘ Dikatakan dalam kitab Burdah:

“Hawa nafsu kita itu seperti anak kecil, kalo dikasih makan dia gede, kalo disapi maka ia akan berhenti.”


Maka permasalahan dalam diri kita ini bukan syaitan, tapi hawa nafsu. Karena nafsu kita sudah terdidik dengan nafsu syaitan, udah kita turuti tiap hari. Contohnya: Kalau anak kecil yg baru masuk pesantren tidak diizinkan untuk menelfon atau penjengukan maka sudah pasti akan menangis. Lalu kenapa kita tidak memberikan? Karna hawa nafsu mereka harus di atur, dimana yg biasanya memegang hp maka perlu diatur untuk tidak memegang hp dan lebih memfokuskan pada dzikir, maulid, dll. Maka dari itu harus dibiarkan sampai pada akhirnya hawa nafsu mereka sudah terdidik.


Ustadzah Nabila Al-Haddad: 

“ana dulu masih TK tiap abis Maghrib baca Ratib Al-Haddad depan abah ana, padahal temen-temen udah pada ketuk pintu buat ngajak main. Ana baca Ratib tuh waktu kecil goyang-goyang rasanya ga betah waktu itu. Terus pas kita lagi baca Laa ilaha illallah 50× rasanya banyak banget, sampai adik ana si Muhammad ngeluh mulu kenapa harus sebanyak itu. Tapi fadilah nya apa? Begitu kita SD kita udah tau, udah hafal, setiap habis Maghrib tetap rutin membaca sekalipun lagi gada abah.”


Dalam kitab Akhlak lil Banat menceritakan, ada seorang anak yg sedang berjalan bersama ibu nya dan melihat pohon yang bengkok. Lalu anak tersebut bertanya, kenapa pohon tersebut tidak diluruskan saja? Maka ibu menjawab, jika pohon itu diluruskan maka pohon tersebut akan patah sebab pohon tersebut sudah besar (tua). 


Nah maka sama hal nya dengan manusia, manusia harus dididik sejak sedini mungkin dalam melakukan perbuatan baik dalam melawan hawa nafsu nya. Jika kita dikata2in orang sok suci, sok anak majelis maka ingatlah bahwa Nabi kita dulu juga sama dikata2in seperti itu. Jadi kalo kita mikirin terus omongan orang bakal cape..*


4. Ketika hati dan lisan tak sejalan, apakah kita tetap dianggap orang yg benar-benar bersedih dikala Ramadhan pergi?

πŸ“‘ Dikatakan bahwasanya menyerupai suatu kaum maka sama saja kita termasuk golongan kaum tersebut. Pada saat ustadzah di Daruzzahra ada kakak kelas nya pernah menceritakan bahwa ada salah seorang anak ulama tapi sang anak tidak mempelajari ilmu agama sebagaimana sang ulama tersebut. Ketika ulama tersebut meninggal anak tersebut dipanggil untuk ceramah, namun sang anak hanya modal menyerupai memakai pakaian yang sama, dan berniat untuk ceramah memberikan ilmu, tetapi Qadarullah dia bisa. Kenapa? Karena ketika kita berusaha menyerupai seseorang meskipun hati kita dan lidah kita belum sama maka Allah pelan-pelan akan menggiring mu menuju jalan orang tersebut. Gpp ko jd org yg lisan nya pura-pura sedih kehilangan bulan ramadhan sama hal nya seperti orang2 mulia, perlahan kepura-puraan mu akan mengantarkan mu pada kehakikian. Daripada kita berpura-pura menjadi orang biasa yg selalu berkata “gpp ko diri sy kaya gini aja, saya ma apa adanya”, nah ko jadi orang begitu malah dibanggakan? Justru gpp, saya mencintai orang sholeh maka saya akan mengikuti jalan nya meskipun hati dan lidah saya belum sama. Karena ketika lidah kita terus mengucap maka hati kita tidak akan lupa apa yang kita ucap, ketika lisan kita terus berkata maka hati kita tidak akan lupa apa yang kita katakan, ketika fikiran kita terus menggambarkan suatu perbuatan maka hati kita mulai mencintai perbuatan tersebut. Ketika lisan kita berucap bahwa kita rindu ramadhan walaupun hati belum, tetapi lama kelamaan akan betul-betul menjadi rindu ramadhan. Maka menjadi seseorang yang lidah dan hati nya sama tapi tujuannya adalah menjadi orang yg mulia maka lakukanlah. Sebagaimana engkau memaksa hawa nafsumu, paksa lah di lidah mu kemudian hati mu, jika sudah terpanggil maka akan menjadi sebaik-baiknya hati yg berada dalam jalan Allah. Dan semua itu tidak mungkin terjadi, hati mu tidak mungkin terpanggil apabila lisan mu menolak untuk berkata yang baik (berpura-pura).


5. Apakah ada gift (hadiah) yang ustadzah berikan ke diri sendiri sebagai penghargaan serta bukti self love sehingga dapat memicu semangat ibadah?


πŸ“‘ Guru daripada ustadzah Nabila di Daruzzahra, beliau dari Suriah dan berkata: 

“Apabila dirimu telah lelah untuk mengikuti perjuangan km menghafal Al-Qur'an, maka kasihlah hadiah untuk diri km sendiri, apa yg lg km inginkan? Misal diri km sedang ingin coklat, maka belilah coklat. Terimakasih karena km sudah selesai menghafalkan ini, maka km berhak mendapatkan hadiah coklat. Hawa nafsu kita ini seperti anak kecil, bisa kita ajak ngobrol.”


Kalau km berhasil ngafalin ini km akan dapat itu, kalau km berhasil mengamalkan ini secara sebulan penuh maka km akan dapat ini. Dan kamu berhak mendapatkannya, dan kamu berhak untuk memperhatikan serta menyayangi dirimu. Jangan sampai kita menghabiskan seluruh apa yg kita punya buat orang lain tanpa memperdulikan diri kita. Bukan tidak boleh berbagi pada orang lain, tapi bagi juga pada diri sendiri sebagai bentuk self love. Memberikan hadiah pada diri sendiri sebagai penghargaan atas apa yg sudah diri kita lakukan. Self love itu penting banget, karena berapa banyak perempuan yg menekan hawa nafsu nya tapi dengan pencacian dirinya seperti “km ini emg bukan org yg baik, km bisa nya ketinggalan tahajjud, dll”. Km berusaha menjadi baik dgn menekan dirimu itu salah, Karena pada masa nya dirimu akan memberontak dan akan meninggalkan semua nya. Giring dirimu untuk taat, tapi setidaknya tetap ucapkan terimakasih pada diri sendiri. Jadi km boleh membahagiakan orang lain tapi jangan lupa kebahagiaan dirimu juga, ketika kamu membahagiakan orang lain jangan sampai kebahagiaan dirimu kosong, karena dirimu juga butuh perhatian.


6. Tips Istiqamah beribadah dikala kesibukan dunia yang penuh tipu daya


πŸ“‘ Terkadang tujuan kita adalah menjadi wanita yang paling kaya, menjadi wanita yang paling cantik, menjadi wanita yang paling istimewa, menjadi wanita yang paling dihargai, menjadi wanita yang paling disayangi itu adalah tujuan-tujuan daripada keinginan kita. Tanpa kita sadari bahwa kecantikan yang kita jadikan puncak tujuan ini pada akhirnya akan menjadi jenazah yang menjadi bangkai, yang bahkan dikatakan apabila kita meninggal bangkai itu akan membusuk dan meledak dan banyak ulat-ulat menghabiskan nya hingga menjadi tengkorak. Kita ingin menjadi kaya sampai lupa bahwa istana tidak cukup untuk dibawa ke liang lahat, kita ingin menjadi orang yang paling dihargai dan disebut-sebut tapi kita lupa bahwa sesudahnya manusia akan lupa pada kita.


Dunia tipu-tipu ada dalil nya pada Al-Qur'an surat Al-Hadid ayat 20 Allah berfirman, Wa mal hayatuddunya illa mata'ul ghurur,“Dan kehidupan dunia hanya tipu daya belaka”. Maka bagi kita, ketika dunia menjadi gemerlap hal yang amat sangat kita ingin bertahta ingatlah sejatinya orang yang bertahta adalah orang yang mendapatkan karcis satu surga bersama Baginda Nabi Muhammad ο·Ί. Ketika kamu merasa orang yang paling hebat dan paling istimewa, ingatlah bahwa wanita yang istimewa adalah wanita yang berjalan dibelakang Sayyidah Fatimah Az-Zahra di Yaumil Qiyamah kelak. Kala semua mata dan kepala menundukkan karena Sayyidah Fatimah akan melewati Shirat bersama dengan para pengikutnya dan apabila kita salah satu dari rombongan tersebut maka bayangkan seberapa istimewa nya dan itulah puncak tahta tertinggi dalam kehidupan. Selain daripada itu semua akan sirna, dan tipuan nya akan terlihat dalam waktu yang amat sangat singkat. Jadi jangan sampai terlalu sibuk akan dunia hingga kamu melepaskan tahta akhirat mu, tapi jadilah wanita yang pandai & pintar dalam akhirat. Hiduplah di dunia seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan hiduplah untuk akhirat seakan-akan kamu akan mati besok. Maka jadilah perempuan terhormat yang memakai otak nya untuk menjadikan dirinya mulia di dunia dan di akhirat. Semoga Allah memberikan taufik untuk menjadi wanita-wanita yang istiqamah, Aamiin Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.


Wallahu 'alam bishawab

Mohon untuk tidak menghilangkan sumber catatan, dan mohon maaf apabila banyak kesalahan dalam penulisan. 


NOTE : Halal share, jangan lupa tag @musatawa_4 & tidak menghilangkan sumber catatan. 


Salam Cinta πŸ’™

π“œπ“½. 𝓓π“ͺ𝓻𝓾𝔃𝓩π“ͺ𝓱𝓻π“ͺ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bincang Santai bersama Habib Umar bin Abdurrahman Assegaf Bahlega

Tanya Jawab Bincang Santai bersama Habib Umar bin Abdurrahman Assegaf Bahlega